SURYALAYA- Fakultas Tarbiyah menyelenggarakan kegiatan orientasi dan pembekalan Magang II bagi dosen pembimbing dan mahasiswa peserta magang Tahun Akademik 2025–2026. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi, yakni secara luring untuk dosen pembimbing dan secara daring bagi mahasiswa peserta magang.
Orientasi untuk dosen pembimbing dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2026, bertempat di ruang dosen Fakultas Tarbiyah. Sementara itu, pembekalan bagi mahasiswa peserta magang dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026 secara daring.
Kegiatan tersebut menghadirkan Oyib Sulaeman selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Nana Suryana selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik sebagai narasumber utama. Dalam arahannya, Dekan Fakultas Tarbiyah menegaskan bahwa program magang merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa, terutama dalam menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di lapangan.

Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik menjelaskan bahwa kegiatan magang dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yakni orientasi, pelaksanaan magang, dan pasca magang. Menurutnya, tahapan tersebut dirancang untuk memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif dan terarah.
“Program magang ini menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi profesional, memperkuat pengalaman lapangan, serta mempersiapkan diri memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Secara tentatif, pelaksanaan Magang II Fakultas Tarbiyah Tahun Akademik 2025–2026 dijadwalkan berlangsung pada 15 Maret hingga 25 Mei 2026, setelah rangkaian orientasi yang dilaksanakan pada 9–10 Maret 2026.
Selama kegiatan magang berlangsung, para mahasiswa akan dibimbing oleh 20 dosen pembimbing yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya. Diharapkan melalui pendampingan tersebut, mahasiswa dapat menjalankan program magang secara optimal serta memperoleh pengalaman profesional yang bermanfaat bagi pengembangan kompetensi mereka.
Melalui kegiatan orientasi dan pembekalan ini, Fakultas Tarbiyah berharap seluruh peserta magang memiliki pemahaman yang jelas mengenai mekanisme pelaksanaan magang, etika selama berada di tempat praktik, serta target capaian yang harus diraih selama program berlangsung



