Suryalaya, 7 November 2026.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, sehingga kita dapat berkumpul dalam acara Mimitran Fakultas Syariah dengan tema yang sangat bermakna ini. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, suri teladan terbaik dalam keberanian, kebersamaan, dan perjuangan merangkai masa depan umat.
Hadirin yang berbahagia,
Kata “Mimitran” dalam tradisi Sunda bukan sekadar nama kegiatan. Ia mengandung makna “memulai” atau “membuka jalan” sebuah titik awal yang menuntut kesiapan, keberanian, dan niat tulus untuk melangkah. Di Fakultas Syariah, Mimitran menjadi penanda bahwa perjalanan akademik dan pembentukan karakter dimulai dari sini, dari kebersamaan kita hari ini. Maka tema yang diusung “Mimitran: Menciptakan Fakultas Syariah yang Unggul dengan Keberanian Tumbuh dalam Kebersamaan dan Merangkai untuk Masa Depan Gemilang” bukanlah retorika kosong. Ia adalah panggilan untuk berani memulai, berani tumbuh, dan berani merangkai masa depan bersama-sama.
Pertama, keberanian untuk tumbuh. Fakultas Syariah yang unggul tidak lahir dari kenyamanan. Ia lahir dari keberanian untuk keluar dari zona nyaman, berani menghadapi tantangan zaman, berani berinovasi dalam kajian hukum Islam, dan berani mengambil peran di tengah masyarakat. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an, “Wa man jāhada fa innamā yujāhidu linafsih” barang siapa bersungguh-sungguh, maka sesungguhnya kesungguhannya itu untuk dirinya sendiri (QS. Al-Ankabut: 6). Keberanian sejati adalah keberanian yang berakar pada ilmu dan akhlak, bukan sekadar nekat. Di sinilah Fakultas Syariah harus menjadi laboratorium keberanian: berani berpikir kritis, berani menegakkan keadilan, dan berani menjadi teladan dalam berhukum dan bermasyarakat.
Kedua, tumbuh dalam kebersamaan. Tidak ada keberanian yang berarti jika dijalankan sendiri. Fakultas Syariah adalah keluarga besar dosen, mahasiswa, alumni, dan tenaga kependidikan yang saling menguatkan. Rasulullah SAW bersabda, “Al-mu’minu lil-mu’mini kal-bunyān, yasyuddu ba’duhu ba’ḍā” seorang mukmin terhadap mukmin lainnya bagaikan satu bangunan; saling menguatkan satu sama lain (HR. Bukhari dan Muslim). Kebersamaan bukan berarti menyeragamkan pikiran, melainkan merangkai perbedaan menjadi kekuatan. Di tengah arus globalisasi dan disrupsi teknologi, Fakultas Syariah harus menjadi ruang di mana keberagaman pemikiran dirajut dalam bingkai ukhuwah (persaudaraan), ta’āwun (tolong-menolong), dan tasāmuh (toleransi). Dengan kebersamaan, keberanian tumbuh menjadi energi kolektif yang mampu mengangkat fakultas ini ke puncak keunggulan.
Ketiga, merangkai untuk masa depan gemilang. “Merangkai” berarti menyusun, menata, dan menyatukan potensi menjadi sebuah karya besar. Masa depan gemilang Fakultas Syariah tidak datang tiba-tiba. Ia dirangkai melalui kurikulum yang relevan, riset yang berdampak, pengabdian yang menyentuh masyarakat, serta lulusan yang berintegritas dan kompeten. Di sinilah maqāṣid al-syarī‘ah tujuan-tujuan syariat untuk mewujudkan kemaslahatan—menjadi kompas kita. Fakultas Syariah harus mampu merangkai tradisi keilmuan Islam klasik dengan kebutuhan hukum modern: ekonomi syariah, hukum keluarga, hukum bisnis, hingga isu-isu kontemporer seperti kecerdasan artifisial dan keadilan digital. Lulusan Fakultas Syariah bukan hanya harus paham teks, tetapi juga mampu menjawab realitas.
Mimitran hari ini adalah benih yang kita tanam. Keberanian adalah air yang menyuburkannya. Kebersamaan adalah tanah yang menopang akarnya. Dan masa depan gemilang adalah buah yang akan kita panen Bersama bukan untuk kita sendiri, tetapi untuk umat, bangsa, dan peradaban.
Kepada para mahasiswa, jadikan Mimitran ini sebagai momentum untuk berani bermimpi besar, tetapi tetap rendah hati untuk belajar. Jangan takut salah, jangan takut bertanya, dan jangan pernah berhenti merangkai kebaikan. Kepada para dosen dan seluruh civitas academica, mari terus bergandengan tangan, saling menguatkan, dan menjadi teladan dalam keberanian yang beradab.
Akhirnya, dengan mengucap bismillāhirraḥmānirraḥīm, saya menyatakan bahwa Mimitran Fakultas Syariah secara resmi dibuka. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita, meridai setiap ikhtiar, dan menjadikan Fakultas Syariah sebagai fakultas yang unggul, berani, dan gemilang di masa depan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(Wawan ; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan).



