Tanjungkerta, Kec. Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46158 iailm@iailm.ac.id
Berita 2 menit 31 May 2026

Mahir Mendongeng dan Eksis Berkreasi melalui Senam Anak Usia Dini

admin

admin

Redaksi & Tim Publikasi

Suryalaya, 31 Mei 2026. Anak usia dini adalah masa emas (Gold Age) di fase inilah fondasi karakter, kreativitas, dan kecerdasan anak mudah dibentuk. Mendongeng dan senam mungkin terdengar sederhana, tapi keduanya merupakan jembatan yang luar biasa kuat dalam proses pendidikan dan pembelajaran pada anak usia dini
Mendongeng bukan sekadar bercerita tetapi mendongeng adalah melatih imajinasi, memperkaya kosakata, menanamkan nilai moral, menanamkan nilai akhlak, menumbuhkan bahasa, dan membuat anak jatuh cinta pada ilmu tanpa merasa digurui, serta membangun ikatan emosional antara pendidik dan anak. Lewat dongeng, nilai kejujuran, kasih sayang, dan semangat pantang menyerah jadi hidup di hati anak. Anak yang sering didongengkan tumbuh menjadi pendengar yang baik dan pemikir yang luas, mampu berimajinasi kreatif dan berhati lembut. Guru PIAUD mampu mengubah nilai jadi cerita, mengubah nasihat jadi petualangan, mengubah budaya menjadi karakter.


Senam anak usia dini pun lebih dari sekadar gerakan fisik tetapi senam melatih koordinasi motorik, menumbuhkan rasa percaya diri, kerja sama, dan menjadi wadah ekspresi diri. Ketika gerakan dipadukan dengan kreativitas dan cerita, anak tidak hanya sehat badannya, tapi juga sehat jiwanya. Maka dari itu guru yang kreatif merancang senam adalah guru yang paham: belajar anak itu harus menyenangkan, bukan membosankan. guru tidak takut tampil beda. Senam kreatif yang energik, penuh warna, dan kekinian akan membuat anak semangat bergerak, sehat, sekaligus berani mengekspresikan diri. Guru PIAUD masa kini harus “eksis” bukan untuk gaya-gayaan,
Tema kuliah umum hari ini menyatukan keduanya. Ini relevan dengan kebutuhan kita: mencetak pendidik dan calon pendidik yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu berkarya, berinovasi, dan membuat pembelajaran menjadi hidup dan menyenangkan.Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai wacana di ruang kuliah. Jadikan forum ini sebagai ruang untuk menyerap ilmu, bertukar praktik dan pulang membawa satu ide yang bisa langsung kalian coba di lapangan. Jadilah pendidik yang berani keluar dari cara lama, yang eksis berkreasi, bukan hanya mengikuti arus.
Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih kepada panitia, narasumber, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan acara ini. Semoga kuliah umum hari ini berjalan lancar, memberi manfaat, dan menginspirasi kita semua untuk terus memajukan pendidikan anak usia dini di Indonesia.Selamat mengikuti kuliah umum. Semoga ilmu yang didapat menjadi amal jariyah bagi kita semua.

BAGIKAN: