BANDUNG, 16 Juli 2026 – Perkumpulan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PPPAI) sukses menggelar Annual International Conference on Islamic Religious Education (AICIRE) dan Musyawarah Nasional (Munas) 2026. Acara yang berlangsung pada 14–16 Juli 2026 di Hotel Grand Tjokro, Bandung ini menjadi momentum besar bagi transformasi pendidikan Islam, termasuk bagi Institut Agama Islam Latifah Mubarokah (IAILM) Suryalaya Tasikmalaya.

Mengusung tema “Transforming Islamic Religious Education for National Quality and Global Competitiveness”, forum ini dihadiri oleh ratusan pengelola program studi PAI dari berbagai wilayah. IAILM mendelegasikan Sekretaris Prodi PAI, Bapak Moh. Yusup SJ, M.Ag., sebagai perwakilan resmi dalam rangkaian agenda penting tersebut.
Keikutsertaan IAILM tidak sekadar sebagai peserta konferensi dan Munas, melainkan juga menorehkan pencapaian strategis dalam memperluas jejaring akademik. Di sela-sela acara, Bapak Moh. Yusup SJ, M.Ag. berhasil menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan 80 Program Studi PAI dari berbagai perguruan tinggi peserta PPPAI.
“Kerja sama masif dengan 80 prodi PAI ini merupakan langkah konkret IAILM dalam mendorong internasionalisasi dan penguatan mutu Prodi. Melalui kolaborasi ini, kita akan memperkuat sinergi dalam berbagai bidang diantaranya Pengembangan akademik dan pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia dan mobilitas akademik, penelitian, publikasi, forum akademik, pengabdian kepada masyarakat, penjaminan mutu, pengembangan kelembagaan serta pemanfaatan sumber daya dan fasilitas dalam rangka mendongkrak daya saing lulusan di kancah global,” ujar Moh. Yusup SJ, M.Ag. usai penandatanganan kesepakatan.
Secara keseluruhan, AICIRE dan Munas PPPAI 2026 fokus pada tiga pilar utama:
- AICIRE 2026: Diskusi panel bersama pakar pendidikan Islam dunia mengenai tantangan mutu nasional dan global.
- Inovasi & Internasionalisasi: Desain kurikulum PAI yang adaptif terhadap standar mutu internasional.
- Munas PPPAI 2026: Konsolidasi organisasi, perumusan rekomendasi kebijakan, serta pemilihan jajaran kepengurusan baru.
Langkah taktis yang diambil oleh IAILM bersama 80 kampus lainnya sejalan dengan komitmen PPPAI untuk membawa program studi PAI di seluruh Indonesia menuju standar universitas berkelas dunia (world-class university).



