Tanjungkerta, Kec. Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46158 iailm@iailm.ac.id
Berita 2 menit 22 April 2026

Mahasiswa IAILM Suryalaya Hadiri GUMBIRA KPID Jawa Barat di Radar TV Tasikmalaya

admin

admin

Redaksi & Tim Publikasi

Tasikmalaya, 22 April 2026 — Dua mahasiswa dari Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya, tepatnya dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), turut berpartisipasi dalam kegiatan GUMBIRA (Gerakan Melestarikan Budaya Melalui Penyiaran) yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung di studio Radar TV Tasikmalaya dengan mengangkat tema “Penguatan Identitas Budaya Jawa Barat Melalui Siaran yang Berkualitas dan Berkelanjutan.”

Mahasiswa IAILM Suryalaya yang hadir dalam kegiatan ini adalah Ersa Agustin (Semester 6) dan Dedi Muhamad Abdul Fatah (Semester 4). Keduanya merupakan mahasiswa aktif Program Studi KPI IAILM Suryalaya yang memiliki minat dalam bidang penyiaran dan media komunikasi.

Partisipasi mahasiswa dari IAILM Suryalaya ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan industri penyiaran. GUMBIRA sendiri merupakan program yang bertujuan mendorong lembaga penyiaran untuk berperan aktif dalam menjaga dan memperkuat identitas budaya lokal melalui konten siaran yang edukatif dan berkelanjutan.

Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Ketua KPID Jawa Barat, Dr. Almadina Rakhmaniar, yang menekankan pentingnya media dalam menghadirkan konten informatif yang berbasis nilai-nilai budaya. Ia menyampaikan bahwa penyiaran memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat sekaligus menjaga identitas budaya daerah.

Keynote speech disampaikan oleh KH. Tetep Abdulatip yang menyoroti pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam pelestarian budaya melalui media. Ia menegaskan bahwa siaran yang berkualitas dapat menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada masyarakat luas.

Diskusi interaktif yang dipandu oleh Dwi Anggi Cipta Ningsih menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Jalu Pradhono Priambodo yang membahas peran strategis konten siaran dalam pembangunan budaya berkelanjutan.

Selain itu, M. Sudama Dipawikarta menekankan pentingnya menjaga dan mewariskan kearifan lokal sebagai identitas budaya. Sementara Dr. Dede Kania mengangkat konsep “Ngarasa Ngariksa: Ngamumule Budaya Daerah” sebagai bentuk penguatan budaya melalui pengawasan isi siaran.

Mahasiswa IAILM Suryalaya terlihat aktif dan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Keterlibatan ini menunjukkan komitmen mahasiswa KPI IAILM Suryalaya dalam memperluas wawasan di bidang komunikasi dan penyiaran Islam, sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai budaya daerah.

Kegiatan GUMBIRA secara resmi ditutup oleh Ketua KPID Jawa Barat, Dr. Adiyana Slamet. Ia berharap media penyiaran dapat terus berkontribusi dalam memperkuat identitas budaya Jawa Barat secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa IAILM Suryalaya tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis di dunia penyiaran, tetapi juga memahami pentingnya peran media sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya. Hal ini sekaligus menegaskan posisi IAILM Suryalaya sebagai institusi yang aktif mendorong mahasiswanya untuk terlibat dalam kegiatan strategis di bidang komunikasi dan penyiaran.

BAGIKAN: