SURYALAYA, 4 Juli 2025 – Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya kembali mengukuhkan perannya sebagai pusat kajian tasawuf terkemuka dengan menggelar seminar nasional bertema “Tasawuf Nusantara dan Transformasi Sosial”. Seminar yang diselenggarakan secara daring pada Senin, 23 Juni 2025 ini merupakan hasil kerja sama strategis antara IAILM dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, sebagai tindak lanjut dari MoU yang ditandatangani pada Februari 2025.

Kegiatan ini secara khusus dirancang untuk memperkuat budaya akademik di lingkungan IAILM dan menjadi wadah diskusi bagi sekitar 60 peserta, yang terdiri dari akademisi, praktisi, hingga mahasiswa dengan minat tinggi pada kajian tasawuf.
Seminar dibuka oleh perwakilan Direktur Pascasarjana UIN Antasari, Dr. Wahyudin, yang mengapresiasi komitmen penyelenggara. “Kami mengapresiasi Prodi S2 Ilmu Tasawuf yang mampu menyelenggarakan seminar nasional berkualitas. Ini menunjukkan komitmen besar akademisi dalam pengembangan kajian ilmu tasawuf di Indonesia,” ujarnya.
Beliau juga menyoroti kaliber narasumber yang dihadirkan. “Seminar ini sangat luar biasa karena menghadirkan pembicara ahli, yaitu Prof. Dr. Mujiburahman dari UIN Antasari, dan Dr. Asep Salahudin, M.A dari IAILM Suryalaya.”
Penguatan Identitas IAILM sebagai Kampus Berbasis Tasawuf
Di sisi lain, Direktur Pascasarjana IAILM Suryalaya, Dr. H Jamaludin, menegaskan bahwa seminar ini memiliki nilai strategis bagi institusi. “Seminar ini menjadi momen penting untuk menguatkan silaturahim akademik. Kegiatan seperti ini menjadi penguat identitas IAILM sebagai kampus berbasis tasawuf,” katanya.
“Ini sejalan dengan motto ‘Pascasarjana Lalangbuana’, di mana IAILM terus aktif menjalin relasi kerja sama dengan berbagai kampus dan lembaga pendidikan,” tambah Dr. Jamaludin.
Acara ini juga menjadi panggung bagi 15 presenter dari berbagai institusi, di antaranya adalah:
- Dr. Try Riduwan Santoso, M.A
- Rojaya, M.Ag
- Nana Suryana, M.Pd
- Asep Haerul Gani, M.Ag
- Ali Ikwanul Mukminin (Mahasiswa S2)
- Muhammad Fuad (Mahasiswa S2)
Seminar yang diinisiasi oleh IAILM dan UIN Antasari ini ditutup dengan kesimpulan bahwa Tasawuf Nusantara tidak hanya membentuk kesalehan individual, tetapi juga terbukti mampu mendorong lahirnya karakter sosial yang mandiri dan bertanggung jawab (kesalehan sosial), sebuah kontribusi spiritual yang relevan sejak abad ke-17 hingga kini.

