Tanjungkerta, Kec. Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46158 [email protected]
Berita 2 menit 26 May 2025

H. Syarif Bastaman, MBA: Wujudkan Ekologi Pendidikan berbasis Lima Lantai Keutamaan

admin

admin

Redaksi & Tim Publikasi

Pada Senin, 26 Mei 2025, IAILM Suryalaya menggelar Seminar Nasional bertemakan, “Ekologi Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal dan Spiritualitas”. Bertempat di Aula Utama Syukriya Bhakti. Dihadiri 800 peserta terdiri dari dosen, alumni IAILM, kepala sekolah dan mahasiswa.

Tampil sebagai Pembicara Utama H. Syarif Bastaman, SH, MBA (Keynote speaker). Narasumber lain KH Asep Syamsudin, SAg, MPd, Agung Yansusan, MUD, dan pengamat politik pendidikan Dr. Asep Cahyanto. Dimoderatori Nana Yusef, MAg, dosen Fakultas Dakwah IAILM Suryalaya.

Dalam pemaparannya Syarif Bastaman menjelaskan pentingnya mahasiswa memiliki skill dan jiwa kewirausahaan, yang diacukan kepada kekuatan akhlak dan keluhuran pendidikan.

“Bangunan hidup harus dilandaskan pada lima lantai keutamaan. Lantai dasar atau fondasi yaitu akhlak; lantai kedua, hidup pintar dan berpendidikan; Lantai ketiga, hidup berkeahlian (cakap, pakar); Lantai keempat, hidup berkecukupan harta; Lantai kelima, hidup berkuasa atau berpengaruh, ” jelasnya.

Syarif Bastaman yang juga sebagai Dewan Kurator IAILM menambahkan, “Membangun kehidupan tentu harus dimulai dari lantai dasar/fondasi terus sampai lantai teratas. Tidak bisa loncat! Dan di setiap lantai kehidupan, kita harus senantiasa “peduli”! Peduli adalah fungsi sosial dari manusia. Be good and care!”

Sementara Agung Yassusan menjelaskan pentingnya melek digital sekaligus kekuatan spiritual dalam pendidikan dalam menyongsong masa depan yang kompleks dan kompetitif. Hal yang sama lebih jauh dielaborasi Asep Cahyanto, “Ekologi pendidikan tidak bisa melepaskan dinamika sosial, budaya dan politik. Kehidupan dan pendidikan sebagai sebuah jaringan sistemik, ” jelasnya

Sementara pembicara terakhir, Asep Syamsuddin, yang sekaligus sebagai Ketua Umum IKA IAILM menyebut, “Pendidikan yang ideal sudah seharusnya dilandaskan pada kearifan lokal kesundaan dan supaya tidak kehilangan visi ilahiah maka pada saat yang sama musti melibatkan kesadaran rohaniah, spiritualitas. Dalam istilah TQN Suryalaya spiritualitas itu harus diamalkan, diamankan dan dilestarikan”

Seminar nasional dibuka secara resmi oleh Rektor IAILM, Dr. Asep Salahudin, “Kita ingin lingkungan juga menjadi isu dalam pendidikan. Alam, Tuhan dan manusia ditarik satu nafas sehingga semesta mendatangkan keberkahan bagi semua. Kita bisa memulainya dengan mengarusutamakan kearifan lokal dan spiritualisme Islam yang berkaitan dengan hal tersebut baik dalam pengetahuan atau tindakan. ” *

BAGIKAN: