Suryalaya, 23 Agustus 2026 : Pada hari yang penuh berkah ini, hati kita seakan bergetar oleh rasa haru. Ada kerinduan yang selama bertahun-tahundipendam, ada rasa syukur yang tak terhingga atassegala ilmu dan bimbingan yang telah kita terima, dan ada kebahagiaan yang tak terlukiskan karena kitadiizinkan kembali menapakkan kaki di bumiSuryalaya dan almamater tercinta IAILM Suryalaya.

Alumni IAILM di mana pun berada, masihkahterngiang di telinga kita lantunan tawasul yang syahdudi pagi hari? Masihkah terbayang sosok-sosok guru yang dengan sabar membimbing kita? Masihkan terasaaroma khas dapur asrama atau dinginnya air wudhu di masjid? Rasa itu semua, hari ini, insya Allah akankembali kita hidupkan.
Reuni akbar kali ini mengusung tema yang sangat dalam maknanya, yaitu “Pacantel Hate”. DalamBahasa Sunda, Pacantel Hate berarti “KeterikatanHati” atau “Hati yang SalingMenambat”. Pacantel bukan sekadar lengket ataumenempel secara fisik, melainkan tersambungnya talibatin yang tidak akan putus oleh jarak, tidak akanlekang oleh waktu, dan tidak akan pudar oleh perbedaan profesi.
Meskipun kita kini terpisah kota, terpisah pulau, bahkan terpisah benua, hati kita tetap tertambat kelembaga ini. Pacantel Hate adalah bukti nyata bahwakita semua pernah disatukan oleh mata air ilmu yang sama, dibina oleh para mursyid dan ajengan, sertadiberi cahaya kebeningan hati di tempat yang penuhkemuliaan ini.
Sahaate Berarti sehati, sepemikiran, dan satutujuan. Hati kita harus tetap satu dalam ikatanukhuwah dan kekeluargaan. Kita sehati untuk menjaganama baik almamater, sehati dalam berkhidmatkepada masyarakat, dan sehati dalam meneladaniperjuangan para guru kita.
Sarasa Berarti serasa atau satu rasa. Suka citadirasakan bersama, duka pun ditanggung bersama. Rasa cinta kepada almamater, rasa hormat kepadaguru, dan rasa kasih sayang antarsesama alumni, semuanya harus tetap terpelihara dalam jiwa. Sarasamengajarkan kita untuk saling merasakan, salingpeduli, dan saling menguatkan.
Cageur bageur inilah filosofi hidup yang diajarkandi Suryalaya, yaitu Cageur: sehat fisik, sehat mental, dan lurus pemikirannya; serta Bageur: baik akhlaknya, santun perilakunya, dan mulia budi pekertinya.
Pendidikan di IAILM tidak hanya bertujuanmencetak orang yang pintar secara intelektual, tetapijustru yang utama adalah melahirkan pribadi-pribadiyang Cageur Bageur. Pribadi yang waras pikirannya, sehat jiwanya, dan baik hatinya, yang siap mengabdiuntuk umat.

Empat puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Empat dekade adalah perjalanan panjang bagi sebuahlembaga pendidikan. Selama rentang waktu tersebut, IAILM Suryalaya telah menjadi “pabrik” kader umat. Dari sinilah lahir para pendakwah, pendidik, mubaligh, hingga pemimpin yang tersebar di berbagaipenjuru Nusantara.
Kita yang hadir di sini adalah saksi bisu dari kerjakeras dan doa para pendiri. Kita adalah buah daripohon yang telah dirawat selama 40 tahun. Karena itu, reuni ini bukan sekadar ajang temu kangen, melainkanmomen untuk meneguhkan kembali komitmen kita: siapkah kita menjaga warisan perjuangan ini?
Pacantel Hate inilah jawabannya. Selama hati kitamasih tertambat kepada para guru, selama kita masihmenerapkan nilai Cageur Bageur dalam kehidupansehari-hari, selama itu pula perjuangan almamater iniakan terus hidup dan memberi manfaat bagi semesta.
Mari kita jadikan pertemuan hari ini sebagaiwasilah untuk memperkuat silaturahim, salingmemaafkan lahir batin, dan saling mendoakan. Singkirkan sejenak kelelahan duniawi, rengkuhlahsaudaramu seangkatan, sapa kakak kelasmu, dan doakan adik kelasmu. Karena di tempat ini kita adalahkeluarga, keluarga besar IAILM Suryalaya.
Kepada para alumni, teruslah berjuang di jalanmasing-masing. Jaga nama baik almamater denganakhlak dan prestasimu. Jadilah pribadi yang CageurBageur di mana pun kaki berpijak.
Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, donatur, dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranyaacara ini. Semoga Allah SWT mencatatnya sebagaiamal jariyah.
Akhirnya, kami berharap semoga IAILM Suryalaya semakin jaya, semakin maju, dan semakinbarokah. Semoga di reuni-reuni berikutnya, kitadipertemukan kembali dalam keadaan yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih Bahagia (Wawan K. – Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni).



