Tanjungkerta, Kec. Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46158 [email protected]
Berita 4 menit 26 August 2026

Milad ke-40 IAILM Suryalaya, Empat Dekade Mengabdi untuk Umat dan Membangun Peradaban

Ijal Herdiana

Ijal Herdiana

Redaksi & Tim Publikasi

Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya memasuki usia ke-40 tahun pada 2026. Empat dekade perjalanan tersebut menjadi momentum penting bagi IAILM Suryalaya untuk merefleksikan jejak pengabdian sekaligus meneguhkan komitmen dalam menghadirkan pendidikan Islam yang berlandaskan keilmuan, nilai spiritual, dan pengabdian kepada masyarakat.


Mengusung tema “Dari IAILM untuk Umat: 40 Tahun Dedikasi, Inovasi, dan Peradaban”, Tasyakur Milad ke-40 IAILM Suryalaya akan digelar dalam rangkaian kegiatan selama 23 Agustus hingga 6 September 2026, dengan pusat kegiatan di Kampus IAILM Suryalaya.
Milad ke-40 tidak dirancang sekadar sebagai seremoni memperingati pertambahan usia lembaga. Momentum ini menjadi ruang untuk mengenang perjalanan panjang IAILM, mensyukuri berbagai capaian yang telah diraih, sekaligus memperkuat tekad untuk menghadirkan kebermanfaatan yang semakin luas bagi umat.
Tema yang diangkat merepresentasikan tiga kata kunci perjalanan IAILM selama empat dekade, yakni dedikasi, inovasi, dan peradaban. Dedikasi menggambarkan keteguhan IAILM dalam memberikan kontribusi melalui pendidikan dan pembinaan sumber daya manusia. Inovasi mencerminkan semangat untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sementara peradaban menjadi orientasi besar lembaga dalam menghadirkan kebermanfaatan melalui ilmu, nilai, dan karya nyata.
Ketua Panitia Tasyakur Milad ke-40 IAILM Suryalaya, Dr. Nana Suryana, S.Ag., M.Pd., mengatakan bahwa usia 40 tahun merupakan capaian historis yang harus dimaknai bukan hanya sebagai keberhasilan melewati perjalanan waktu, tetapi juga sebagai momentum untuk melihat kembali kontribusi lembaga kepada masyarakat.
“Empat puluh tahun bukan sekadar angka. Di dalamnya terdapat perjalanan panjang, pengabdian, perjuangan, capaian, sekaligus tantangan yang harus terus kita jawab. Karena itu, Milad ke-40 ini kami ingin jadikan sebagai momentum untuk bersyukur, berefleksi, dan meneguhkan kembali komitmen IAILM untuk terus memberikan yang terbaik bagi umat,” ujar Nana.
Menurutnya, pendidikan tinggi Islam tidak cukup hanya melahirkan insan akademik yang memiliki kemampuan intelektual. Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab untuk membentuk manusia yang berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu mengaktualisasikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.
“IAILM Suryalaya ingin terus hadir sebagai bagian dari ikhtiar membangun manusia yang berilmu sekaligus berkarakter. Ilmu harus melahirkan manfaat, dan pendidikan harus bermuara pada kemaslahatan,” katanya.
Untuk memeriahkan Milad ke-40, panitia menyiapkan sejumlah kegiatan yang melibatkan civitas akademika, alumni, siswa sekolah mitra, serta masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Reuni Akbar Alumni yang melibatkan alumni dari berbagai angkatan. Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan Grand Opening dan Turnamen Volley SLTA yang diikuti oleh tim dari sekolah-sekolah mitra IAILM.
Rangkaian berikutnya diisi dengan berbagai kegiatan olahraga, seperti turnamen volley SLTA, pertandingan pingpong civitas, dan badminton civitas IAILM.
Tidak hanya olahraga, Milad ke-40 juga menghadirkan kegiatan seni, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat melalui Parade Band SLTA dan Bazaar UMKM. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang interaksi sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada civitas akademika dan masyarakat.
Di bidang akademik dan intelektual, panitia menyiapkan Seminar Internasional, Bedah dan Launching Buku Bunga Rampai 40 Tahun IAILM, serta Bedah Buku Darul Ratu: “Suara Hati”. Sementara itu, kegiatan penguatan kapasitas generasi muda diwujudkan melalui Seminar Motivasi Entrepreneurship dan Santunan bagi peserta didik dan penerima santunan.
Puncak rangkaian Milad akan ditandai dengan Sidang Senat yang menghadirkan Orasi Ilmiah Menteri ATR/BPN, Bapak Nusron Wahid, serta berbagai agenda lain yang menjadi bagian dari rangkaian Tasyakur Milad ke-40 IAILM Suryalaya.
Secara keseluruhan, kegiatan Milad ke-40 dirancang dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari alumni, civitas akademika, siswa sekolah mitra, hingga masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa peringatan empat dekade IAILM Suryalaya ingin ditempatkan sebagai momentum bersama, bukan hanya milik institusi.
Nana menegaskan, perjalanan 40 tahun IAILM Suryalaya harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Tantangan pendidikan Islam ke depan semakin kompleks sehingga lembaga pendidikan tinggi dituntut tidak hanya mampu mempertahankan eksistensi, tetapi juga terus melakukan inovasi.
“Empat puluh tahun adalah titik untuk melihat ke belakang sekaligus menatap ke depan. Kita bersyukur atas apa yang telah dicapai, tetapi kita tidak boleh berhenti. Justru setelah 40 tahun, semangat pengabdian harus semakin kuat dan inovasi harus semakin nyata,” tutur Nana.
Ia berharap seluruh rangkaian Milad ke-40 dapat memperkuat kebersamaan keluarga besar IAILM Suryalaya, mempererat hubungan dengan alumni dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan optimisme untuk membawa lembaga menuju masa depan yang lebih maju.
“Semoga Milad ke-40 ini bukan hanya meninggalkan kemeriahan kegiatan, tetapi juga meninggalkan gagasan, karya, dan semangat baru. Dari IAILM untuk umat, dari ilmu untuk kemaslahatan, dan dari pengabdian untuk membangun peradaban,” pungkasnya.
Dengan semangat tersebut, Milad ke-40 IAILM Suryalaya diharapkan menjadi tonggak penting untuk melanjutkan perjalanan lembaga dalam mengembangkan pendidikan Islam yang unggul, adaptif, berkarakter, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta peradaban.

BAGIKAN: