Rabu, 04 Nopember 2026. Bertempat di Aula Gedung Bank Indonesia Tasikmalaya. Ditandatangani MoU IAILM dan delapan Perguruan Tinggi dan lima lembaga keuangan syariah dengan MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) dan Bank Indonesia. Dilanjutkan pelantikan pengurus MES Tasikmalaya dan Bedah Buku. Dihadiri Walikota Tasikmalaya dan Sekda Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam sambutannya ketua MES, Prof. Dr. Kartawan menegaskan pentingnya membangun kesadaran menjadikan ekonomi syariah sebagai jalan bersama. “Ekonomi syariah bukan hanya untuk umat Islam, tapi untuk kepentingan semua. Rahmatan lil alamin,” katanya.
Sementara Walikota Tasik Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan ihwal pentingnya bersama-sama membumikan Asta Cita dalam realita. “Pemerintah Kota Tasikmalaya menyelaraskan berbagai program pembangunannya dengan visi Asta Cita, ” tegasnya.
“Kita inginkan, setiap kegiatan ekonomi syariah manfaatnya sampai ke akar rumput. Kita bangun ekosistem dan seluruh perangkatnya di Kota Tasikmalaya,” kata Viman.
Dalam wawancara dengan Rektor IAILM, Asep Salahudin, selepas MoU, ia menyampaikan, “MoU ini adalah landasan komitmen awal. Tanpa tindak lanjut berupa Perjanjian Kerja Sama (PKS) atau penyusunan program kerja operasional, potensi dampak ekonomi bagi masyarakat luas tidak akan terwujud. Tindak lanjut nyata memastikan poin-poin kesepakatan—seperti pendampingan UMKM halal, literasi keuangan syariah, atau pendanaan sektor riil—dapat langsung dirasakan manfaatnya. Perguruan Tinggi dan MES memiliki posisi yang penting dalam konteks itu”.* (SH)



