Try Riduwan Santoso
RABAT, MAROKO, Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Netherlands Institute in Morocco (NIMAR) dan Leiden University menyelenggarakan short course internasional bertajuk “Comparing Islam Across Cultures: Knowledge, Practice, and Public Life in a Changing World” pada 11 sampai 23 Oktober 2026 di Rabat, Maroko.
Kegiatan ini diikuti oleh 12 dosen perguruan tinggi Islam negeri dan swasta di Indonesia. Salah satunya adalah Try Riduwan Santoso dari Institut Agama Islam (IAI) Latifah Mubarokiyah Suryalaya, Tasikmalaya, yang mewakili Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS).


Pembukaan kegiatan berlangsung pada 12 Oktober 2026 oleh Direktur NIMAR, Prof. Léon Buskens, dan Prof. Dr. M. Arskal Salim yang mewakili Kementerian Agama RI. Acara tersebut turut dihadiri pimpinan NIMAR dan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Maroko.
Program ini bertujuan memperkuat keterampilan penelitian dosen PTKI melalui pelatihan metodologi penelitian, pendekatan komparatif, wawancara, observasi, etnografi, pemanfaatan arsip digital, etika penelitian, dan penulisan artikel ilmiah. Peserta juga berdiskusi dengan akademisi Indonesia, Maroko, dan Leiden University mengenai dinamika Islam, otoritas keagamaan, gender, hukum, budaya, serta hubungan agama dan negara.
Mengusung semangat “Rethinking Islam: Re-observed Indonesia and Morocco”, kegiatan ini mendorong peserta memahami Islam melalui perbandingan pengalaman sosial dan budaya masyarakat Indonesia dan Maroko. Perbedaan tradisi dan konteks keagamaan kedua negara menjadi peluang untuk mengembangkan penelitian yang lebih kritis, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan masyarakat Muslim kontemporer.
Selain meningkatkan kapasitas riset, program ini membuka peluang kolaborasi penelitian dan penulisan artikel ilmiah internasional. Melalui sesi pengembangan proposal dan penjajakan kemitraan, peserta difasilitasi untuk membangun jejaring akademik serta menjajaki kerja sama riset Leiden–Kementerian Agama, termasuk peluang pendanaan AIR Fund 2027.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlanjut dengan simposium internasional pada 20–21 Oktober 2026 di Mohammed V University, Rabat, yang membahas tema gender, hukum, dan warisan budaya. Pada 22 Oktober 2026, agenda mencakup kunjungan Rektor Leiden University, diskusi trilateral, serta peringatan 20 tahun NIMAR.
Keikutsertaan dosen PTKIS dalam program ini menjadi langkah strategis untuk memperluas wawasan akademik, meningkatkan kualitas penelitian, dan memperkuat daya saing perguruan tinggi Islam Indonesia di tingkat internasional. Kerja sama Kementerian Agama RI, NIMAR, dan Leiden University diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan riset kolaboratif yang berkelanjutan dan publikasi ilmiah berkualitas global.

