Tanjungkerta, Kec. Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46158 [email protected]
Berita 4 menit 03 October 2026

IAILM Suryalaya Resmi Luncurkan Program Bahasa, Usung Tema “Speak the World, Connect the Soul”

admin

admin

Redaksi & Tim Publikasi

Suryalaya, 3 Oktober 2026: Seminar dan Launching Program Bahasa dengan tema yang sangat bermakna: “Speak the World, Connect the Soul.”. Tema yang dipilih hari ini bukan sekadar rangkaian kata yang indah. “Speak the World, Connect the Soul” mengandung pesan yang sangat dalam dan relevan dengan tantangan zaman kita. Speak the World mengajak kita untuk berani berbicara, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan dunia. Di era globalisasi dan revolusi industri 4.0 menuju society 5.0, kemampuan berbahasa terutama bahasa asing bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan mutlak. Bahasa adalah jendela untuk membuka wawasan, mengakses ilmu pengetahuan, membangun jejaring internasional, dan menyuarakan gagasan kita di panggung dunia.

Namun, kemampuan berbahasa yang baik tidak berhenti pada aspek teknis. “Connect the Soul” mengingatkan kita bahwa bahasa pada hakikatnya adalah jembatan hati. Bahasa bukan hanya alat menyampaikan informasi, tetapi juga sarana untuk memahami budaya, merasakan empati, membangun toleransi, dan mempererat persaudaraan antarbangsa. Ketika kita berbicara dengan hati, kita tidak hanya didengar kita terhubung.

Kombinasi kedua frasa ini menggambarkan visi kita: melahirkan generasi yang mampu berbicara kepada dunia, namun tetap menyentuh jiwa; menguasai bahasa asing, namun tetap menjunjung tinggi bahasa dan budaya bangsa.

Mengapa program bahasa ini menjadi sangat penting bagi kita?

Pertama, dalam konteks pendidikan tinggi, kemampuan berbahasa asing khususnya bahasa Inggris adalah kunci untuk bersaing di tingkat global. Mahasiswa kita harus mampu membaca literatur internasional, mengikuti perkembangan ilmu terkini, menulis karya ilmiah yang dipublikasikan di jurnal bereputasi, serta berkomunikasi dalam forum-forum akademik internasional.

Kedua, penguasaan bahasa asing membuka peluang karier yang lebih luas. Dunia kerja saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dalam lingkungan multikultural. Kemampuan berbahasa menjadi modal utama untuk bekerja di perusahaan multinasional, organisasi internasional, atau bahkan membangun usaha sendiri yang berorientasi global.

Ketiga, dan yang tidak kalah penting, bahasa adalah jendela budaya. Dengan menguasai bahasa asing, kita dapat lebih memahami nilai-nilai, tradisi, dan cara berpikir bangsa lain. Sebaliknya, kemampuan menyampaikan bahasa dan budaya kita kepada dunia adalah bentuk diplomasi budaya yang memperkuat identitas dan martabat bangsa.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya secara resmi meluncurkan Program Bahasa di lingkungan IAI Latifah Mubarokiyah Suryalaya.

Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia adalah komitmen nyata institusi kita untuk:

  1. Menyediakan layanan pembelajaran bahasa yang terstruktur, berjenjang, dan berkelanjutan meliputi bahasa Inggris dan bahasa Arabdan bahasa-bahasa asing lainnya yang relevan.
  2. Mengintegrasikan pembelajaran bahasa ke dalam kurikulum dan kegiatan kemahasiswaan, sehingga kemampuan berbahasa menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman belajar mahasiswa.
  3. Menyiapkan mahasiswa untuk menghadapi tes kemampuan bahasa internasional seperti TOEFL, IELTS, TOAFL, yang menjadi syarat untuk melanjutkan studi atau bekerja di kancah global.
  4. Membangun pusat bahasa (Language Center) yang tidak hanya melayani mahasiswa, tetapi juga dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat umum yang ingin meningkatkan kemampuan berbahasa.
  5. Mengembangkan program pertukaran dan kolaborasi internasional dengan universitas mitra di luar negeri, sebagai wadah praktik bahasa dan pengalaman budaya.
  6. Melestarikan dan menginternasionalisasikan bahasa Indonesia melalui program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing), sehingga bahasa kita semakin dikenal dan dihargai di dunia.

Saya berharap program ini tidak berhenti sebagai seremoni peluncuran semata. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif kita semua mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas academica.

Kepada para mahasiswa, jadikanlah kemampuan berbahasa sebagai bagian dari identitas diri Anda. Jangan takut untuk berbicara, mencoba, dan membuat kesalahan. Ingatlah, kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Yang penting adalah keberanian untuk memulai dan konsistensi untuk berlatih.

Kepada para dosen dan pengelola program, saya titipkan amanah ini. Kelola program dengan profesional, inovatif, dan penuh dedikasi. Jadikan pusat bahasa kita sebagai pusat keunggulan yang menjadi kebanggaan institusi.

Kepada seluruh civitas academica, mari kita ciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran Bahasa bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga di koridor, kantin, perpustakaan, dan seluruh sudut kampus. Biasakan diri untuk berkomunikasi dalam bahasa asing, minimal dalam konteks tertentu. Bahasa itu hidup, dan ia hidup ketika digunakan.

Izinkan saya mengutip sebuah pepatah yang sangat relevan dengan tema kita hari ini:

“One language sets you in a corridor for life. Two languages open every door along the way.”
Dengan bahasa, kita membuka pintu. Dengan hati, kita membangun jembatan. Dengan “Speak the World, Connect the Soul”, kita tidak hanya menjadi warga dunia yang mampu berkomunikasi, tetapi juga menjadi duta bangsa yang menyentuh jiwa.

Akhirnya, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya nyatakan Seminar dan Launching Program Bahasa dengan tema “Speak the World, Connect the Soul” secara resmi dibuka. Semoga acara ini berjalan lancar, penuh berkah, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kita semua. (Dr. Wawan, MSI., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan).

BAGIKAN: