Suryalaya, 3 Oktober 2026 – Pusat Bahasa IAILM Suryalaya menggelar Seminar Bahasa dan Launching Program Pusat Bahasa Tahun Akademik 2026–2027. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026, bertempat di Aula Tarminah Bakti IAILM Suryalaya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor III IAILM, Pengurus Pusat Bahasa, Tim Kreatif, serta mahasiswa baru semester 1 dari seluruh program studi. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan program Pusat Bahasa kepada mahasiswa sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya penguasaan bahasa.
Pemaparan Program Pusat Bahasa
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Pusat Bahasa IAILM Suryalaya, Cecep Moch Ramli Al-Fauzi, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan berbagai program Pusat Bahasa yang akan dilaksanakan pada Tahun Akademik 2026–2027.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris mahasiswa. Selain itu, Pusat Bahasa terus mendorong kegiatan yang komunikatif, kreatif, dan aplikatif bagi mahasiswa.
Melalui berbagai program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi bahasa untuk mendukung kebutuhan akademik. Kemampuan bahasa juga diharapkan menjadi bekal mahasiswa dalam menghadapi lingkungan global.
Wakil Rektor III Buka Acara
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Wakil Rektor III IAILM Suryalaya, Dr. Wawan, M.Si.
Dalam sambutannya, Dr. Wawan menekankan pentingnya penguasaan bahasa bagi mahasiswa. Bahasa menjadi salah satu kompetensi penting untuk mendukung kegiatan akademik, komunikasi, dan pengembangan jejaring mahasiswa.
Penguasaan bahasa juga membantu mahasiswa membaca literatur, menulis karya ilmiah, mempresentasikan gagasan, berdiskusi, serta membangun jaringan akademik.
Pembacaan SK Tim Kreatif GEN-7
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Tim Kreatif GEN-7 oleh Sekretaris Pusat Bahasa, Robby Abdul Jabbar, Lc., M.Ag.
Pembentukan Tim Kreatif GEN-7 menjadi bagian dari upaya Pusat Bahasa dalam mendukung pelaksanaan program kebahasaan. Tim ini diharapkan dapat berkontribusi dalam berbagai kegiatan kreatif dan publikasi Pusat Bahasa.
Apresiasi untuk Tim Kreatif GEN-6
Pusat Bahasa kemudian memberikan piagam penghargaan kepada Tim Kreatif GEN-6. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka selama satu tahun.
Pemberian penghargaan sekaligus menjadi momentum pergantian dan keberlanjutan estafet Tim Kreatif Pusat Bahasa. Selanjutnya, Tim Kreatif GEN-7 diharapkan mampu melanjutkan kontribusi dalam mendukung berbagai program Pusat Bahasa.


Seminar Bahasa: “Speak the World, Connect the Soul”
Acara dilanjutkan dengan Seminar Bahasa yang menghadirkan Dr. Syarief Hasani, M.Pd.I, Dosen Pascasarjana IAILM sekaligus Ketua Program Studi PGMI.
Seminar mengangkat tema “Speak the World, Connect the Soul”, dengan subtema “Bahasa sebagai Jembatan Komunikasi, Budaya, dan Kemanusiaan di Era Global.”
Dalam pemaparannya, Dr. Syarief menjelaskan bahwa Speak the World mengandung makna keberanian berkomunikasi dengan masyarakat global. Mahasiswa didorong untuk menyampaikan gagasan, berbagi pengetahuan, memperkenalkan budaya, dan memahami perspektif berbeda.
Sementara itu, Connect the Soul menekankan sisi kemanusiaan dalam komunikasi. Bahasa perlu disertai empati, penghormatan, keterbukaan, kemampuan mendengarkan, dan ketulusan.
Dengan demikian, penguasaan bahasa tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi. Bahasa juga menjadi sarana untuk memahami keberagaman dan membangun hubungan yang lebih manusiawi.



Launching Program Tahun Akademik 2026–2027
Seminar Bahasa dan Launching Program Pusat Bahasa menjadi momentum awal pelaksanaan berbagai program kebahasaan Tahun Akademik 2026–2027.
Pusat Bahasa IAILM Suryalaya berkomitmen menghadirkan kegiatan yang mendukung pengembangan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris mahasiswa. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi akademik, komunikasi, kreativitas, dan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan global.
Melalui semangat “Speak the World, Connect the Soul”, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu berbicara kepada dunia. Mereka juga diharapkan mampu membangun komunikasi yang dilandasi empati, penghormatan, dan ketulusan.



