Tanjungkerta, Kec. Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46158 [email protected]
Artikel 4 menit 07 September 2026

Milad ke-40 IAILM Suryalaya: 4 Dekade Dedikasi untuk Umat dan Peradaban

Ijal Herdiana

Ijal Herdiana

Redaksi & Tim Publikasi


TASIKMALAYA — Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Pondok Pesantren Suryalaya menggelar puncak perayaan Sidang Senat Terbuka dalam rangka Tasyakur Binikmat Milad ke-40 pada Sabtu, 5 September 2026. Mengusung tema “Dari IAILM untuk Ummat: 40 Tahun Dedikasi, Inovasi, dan Peradaban”, perhelatan akbar ini dilangsungkan di Gedung Sukriya Bakti Kampus Latifah Mubarokiyah, Suryalaya, Kabupaten Tasikmalaya.


Acara sakral dan meriah ini dihadiri langsung oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., dan Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al-Ayubi, S.P., M.I.P. Hadir pula Pangersa Umi, Hj. Yoyoh Sopiah beserta keluarga besar Pondok Pesantren Suryalaya, Ketua Umum Yayasan Serba Bakti, Drs. H. Denny H. Gandasapoetra, MM., Rektor IAILM Dr. H. Asep Salahudin, M.Ag., jajaran senat, pimpinan lembaga di lingkungan pesantren, serta ratusan civitas akademika dan tamu undangan.


Sebelum puncak acara Sidang Senat Terbuka ini, rangkaian Milad ke-40 telah disemarakkan selama delapan hari penuh melalui berbagai agenda ilmiah dan sosial. Di antaranya adalah reuni akbar, turnamen bola voli tingkat siswa menengah se-Tasikmalaya dan Ciamis, bedah buku bunga rampai Menjelajah Zaman Merawat Iman, turnamen bulu tangkis, seminar internasional bertajuk “Digital Sufism: The Transformation of the Tareka in the Cyber Era” yang diikuti 500 peserta hibrid, workshop kewirausahaan, santunan anak yatim hingga bedah buku puisi karya penyair Malaysia.


Dalam orasinya di hadapan peserta sidang senat, Direktur Diktis Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., menyinggung tentang pentingnya implementasi “Kurikulum Cinta” yang digagas oleh Menteri Agama RI. Menurutnya, kurikulum cinta merupakan sistem pendidikan yang didasarkan pada kecintaan (mahabbah) kepada Allah SWT. Ketika cinta kepada Sang Khalik sudah tertanam dengan baik, hal tersebut akan berdampak langsung pada lahirnya kecintaan kepada sesama manusia, kecintaan kepada alam, serta makhluk-makhluk Allah lainnya. Beliau menambahkan bahwa esensi kurikulum cinta ini sejatinya merupakan nilai luhur yang juga senantiasa diajarkan dan diamalkan oleh Pangersa Abah Anom di Pondok Pesantren Suryalaya.


Sementara itu, dalam pidato rektoralnya, Rektor IAILM Dr. H. Asep Salahudin, M.Ag., menyampaikan rasa syukur atas perjalanan institusi yang didirikan oleh Pangersa Abah Anom (Syekh Ahmad Sohibul Wafa Tajul Arifin RA) tepat pada 5 September 1986 silam. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada Yayasan Serba Bakti, para pendiri, dosen, serta staf atas dedikasi dan khidmat yang diberikan untuk menjaga keberlangsungan kampus di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks.


Rektor juga secara terbuka menyampaikan sejumlah harapan besar civitas akademika, mulai dari peningkatan fasilitas ruang kelas, perluasan akses beasiswa, hingga aspirasi jangka panjang untuk mentransformasikan status IAILM menjadi sebuah universitas. Menariknya, Rektor menegaskan bahwa segala impian tersebut “ditawasulkan” secara langsung di hadapan Direktur Diktis Kemenag RI dan Wakil Bupati Tasikmalaya, bertepatan dengan momentum bulan kelahiran Nabi serta Milad Pondok Pesantren Suryalaya yang ke-121—mengingat pesantren ini telah berdiri sejak 5 September 1905 atau lebih tua dari usia kemerdekaan Republik Indonesia.


Dalam pandangan kebangsaan, Rektor kembali mengingatkan pesan luhur Pangersa Abah bahwa nasionalisme dan agama ditarik dalam satu nafas harmoni: “Kudu taat ka agama jeung nagara duanana kaulaan samistina” (harus taat kepada agama dan negara keduanya secara semestinya), di mana agama menjadi oksigen bagi negara dan negara menjadi pelindung bagi kepentingan umat.


Pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya, KH. Akhmad Masykur Firdaus A.R., S.I.Kom., dalam sambutan yang dibacakan H. Sufi Halwani, SE., MM. mengungkapkan rasa bangga atas konsistensi IAILM dalam mendedikasikan diri membangun peradaban selama 40 tahun. Ia berpesan agar momentum milad ini dijadikan spirit bersama untuk terus berinovasi, memperkuat keikhlasan, serta mengokohkan ikhtiar dalam melahirkan para ulama yang mumpuni.


Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Yayasan Serba Bakti, Drs. H. Denny H. Gandasapoetra, MM., menegaskan bahwa di tengah arus digitalisasi global, IAILM harus tetap kokoh berdiri sebagai benteng akhlaqul karimah di mana kecerdasan intelektual mahasiswa senantiasa dibimbing oleh kedalaman dzikir. Pihak yayasan, lanjutnya, berkomitmen penuh untuk terus mengakselerasi sarana, prasarana, dan mutu tata kelola perguruan tinggi agar mampu berdaya saing global tanpa kehilangan jati diri kepesantrenan.


Kehadiran Direktur Diktis Kemenag RI beserta Wakil Bupati Tasikmalaya dalam Sidang Senat Terbuka ini memberikan angin segar serta sinergi positif antara lembaga pendidikan tinggi Islam, pemerintah, dan kementerian dalam memajukan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak mulia di Indonesia. Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama demi keberkahan, kemajuan, serta karomah dari guru mursyid TQN Suryalaya, Syekh KH. Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad ra. dan Syekh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin ra. bagi seluruh civitas akademika IAILM Suryalaya.
*NS

BAGIKAN: