Tanjungkerta, Kec. Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46158 [email protected]
Berita 3 menit 26 August 2026

PELANTIKAN RAYA DAN SERTIJAB ORMAWA

Ijal Herdiana

Ijal Herdiana

Redaksi & Tim Publikasi

Suryalaya, 26 Agustus 2026 : Alhamdulillahatas limpahan rahmat, nikmat, dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal afiat untuk melaksanakan prosesi pelantikan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah Pondok Pesantren Suryalaya.

Hari ini bukan sekadar seremoni perpindahan jabatan atau pergantian struktur. Hari ini adalah momen peneguhan komitmen, di mana estafet kepemimpinan dan perjuangan intelektual mahasiswa secara resmi berpindah ke pundak para pengurus baru. Kepada para pengurus DEMA dan SEMA yang baru saja dilantik, saya ucapkan selamat bertugas dan selamat mengemban amanah.

Amanah yang kalian emban bukanlah amanah yang ringan. Kalian adalah representasi dari ribuan suara mahasiswa. Kalian adalah jembatan emas antara birokrasi kampus dan dinamika aspirasi mahasiswa. Di pundak kalian, kita titipkan harapan untuk menjaga marwah dan kehormatan almamater tercinta ini.

Di era yang serba cepat dan penuh disrupsi ini, mahasiswa tidak bisa lagi hanya menjadi penonton. Mahasiswa harus menjadi aktor utama perubahan. Namun, ingatlah selalu, sebagai insan akademis, cara berpikir dan bertindak kita harus tetap berlandaskan pada etika, logika, dan data.

Kepada DEMA dan SEMA yang baru, saya berpesan tiga hal penting:

  1. Kritis tapi Konstruktif: Jadilah mitra strategis bagi pimpinan institut. Saya tidak ingin mahasiswa menjadi penjilat yang selalu berkata “iya”, tetapi saya juga tidak ingin mahasiswa menjadi oposan yang hanya pandai mencerca tanpa memberikan solusi. Sampaikan kritik dengan data, tawarkan solusi dengan gagasan cemerlang. Saya, selaku Rektor, membuka pintu selebar-lebarnya untuk diskusi, dialog, dan kolaborasi.
  2. Kolaboratif, Bukan Kompetitif yang Tidak Sehat: Sering kali energi mahasiswa habis untuk konflik internal. DEMA dan SEMA harus bersinergi. DEMA sebagai eksekutif dan SEMA sebagai legislatif harus berjalan beriringan, saling kontrol, saling mengingatkan, demi kemajuan mahasiswa, bukan demi ego kelompok.
  3. Jaga Integritas dan Akhlak: Jabatan di organisasi adalah tempat untuk melayani, bukan untuk merasa hebat. Tunjukkan bahwa pemimpin mahasiswa adalah teladan dalam kedisiplinan, kesopanan, dan prestasi akademik. Jangan sampai sibuk berorganisasi lalu lupa kuliah.

Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi, waktu, tenaga, dan pikiran yang telah kalian sumbangkan untuk institut ini. Perjuangan kalian telah selesai, tetapi jejak kebaikan kalian akan selalu dikenang. Jadilah alumni organisasi yang tetap peduli dan menjadi mentor bagi adik-adik kalian.

Institut ini adalah rumah besar bagi kita semua. Rumah ini tidak akan megah dan berdiri kokoh jika penghuninya, terutama para pemuda-pemudinya (mahasiswa), saling berpecah belah. Mari kita jadikan momentum pelantikan ini sebagai titik nol untuk memulai semangat baru: Semangat untuk membesarkan nama institut, mengharumkan bangsa, dan mencerahkan peradaban.

Saya percaya, dengan niat yang tulus dan kerja keras, DEMA dan SEMA Periode [Tahun] akan mampu membawa organisasi kemahasiswaan di kampus ini menjadi lebih progresif, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Akhirul kata, selamat bekerja. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa meridhoi dan membimbing langkah kita semua (Dr. Wawan, MSI. – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni).

BAGIKAN: