Bulan Bahasa 2019

Latifah Mubarokiyah

Bulan Bahasa 2019

July 27, 2019 Uncategorized 0

 

Suryalaya (25/07/2019) Pusat Bahasa (Pusbah) Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya kembali mengadakan Bulan Bahasa yang berlangsung dari Tanggal 25 Juli – 25 Agustus 2019. Tahun ini Pusbah IAILM kerjasama dengan Pontren Darussalam Kersamenak Garut untuk pembelajaran Bahasa Arab dan BEC Pare Kediri untuk pembelajran Bhasa Inggris.

Menurut Kepala Pusbah IAILM Agus Samsul Bassar M.MPd bahwa Bulan Bahasa merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa IAILM dalam upaya meningkatkan soft skill, terutama dalam penguasaan Bahasa Arab dan Inggris.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Rektor IAILM , Iwan R. Prawiranata, MIB,P.hD  ini diikuti  oleh 90 orang peserta Bahasa Inggris dan 75 orang peserta Bahasa Arab yang merupakan mahasiswa IAILM dan beberapa peserta umum.

Dalam sambutannya Rektor IAILM bahwa upaya memperbaiki akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan dan penyetaraan kualifikasi lulusan semakin dituntut, terutama dalam menghasilkan kualifikasi lulusan secara jelas, terukur, dan  transparan dapat dipahami oleh semua pihak, baik di tingkat nasional, regional maupun internasional. Salah satu kualifikasi penting yang sangat mendesak di era global sekarang adalah kompetensi berbahasa asing, baik Arab maupun Inggris. Bahasa Arab merupakan bahasa dunia dan agama, terutama Islam yang menjadi core Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) sebagai perguruan tinggi agama di Indonesia. Sedangkan Bahasa Inggris merupakan bahasa dunia yang digunakan meluas oleh banyak bangsa saat ini. Tentu IAILM yang merupakan bagian masyarakat dunia, para lulusannya mampu berkiprah di dunia Internasional dan dalam rangka dakwah TQN di masa mendatang.

“Maka kursus intensif kedua bahasa yang diadakan Pusat Bahasa IAILM merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualifikasi lulusan IAILM yang  perlu didukung oleh semua civitas akademik IAILM, dalam meningkatkan nilai tambah (added Values) lulusan. Sehingga dijadikan prasyarat untuk sidang komprehensif”, Rektor mengakhiri sambutannya.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *